CV & Resume

Cara Membuat CV ATS: 10 Langkah dan Contoh Isinya (2026)

Panduan langkah demi langkah membuat CV ATS friendly, dari struktur dokumen sampai cara mengujinya sendiri. Termasuk contoh isi dan kesalahan yang paling mahal.

Tim ADACareer9 menit baca
Daftar Isi

Ringkas dengan AI

Ringkasan

  • Urutan kerjanya: satu kolom dulu, judul bagian standar, baru isi — bukan memilih template cantik lalu memaksanya jadi ATS friendly.
  • Kontak harus berada di badan dokumen. Nama dan nomor telepon yang diletakkan di area header file adalah cara tercepat membuat lamaran tidak bisa dihubungi.
  • Kata kunci diambil dari deskripsi lowongan yang sedang Anda lamar, lalu ditulis dengan konteks — satu CV untuk semua lowongan hampir selalu kalah.
  • Uji sendiri sebelum mengirim: salin seluruh isi PDF ke Notepad. Kalau urutannya berantakan di sana, ATS membacanya berantakan juga.
  • Di Indonesia banyak lowongan tetap meminta pasfoto. Kirim sesuai permintaan, tapi jangan pernah menaruh informasi penting hanya di dalam gambar.

Kebanyakan panduan CV ATS dimulai dari template. Itu urutan yang terbalik, dan itu sebabnya banyak orang tetap gagal meski sudah mengunduh template berlabel "ATS friendly".

Struktur dokumen menentukan apakah CV Anda bisa diurai; isi menentukan apakah Anda dipanggil. Kerjakan berurutan, dan sebagian besar masalah hilang sebelum sempat muncul.

Kalau Anda belum tahu apa itu Applicant Tracking System dan bagaimana ia menilai lamaran, baca dulu penjelasan CV ATS. Artikel ini fokus pada cara membuatnya.

Langkah 1: Mulai dari dokumen kosong satu kolom

Buka dokumen baru. Jangan mulai dari template.

Ketik lurus dari atas ke bawah dalam satu kolom. Tidak ada text box, tidak ada tabel untuk merapikan tata letak, tidak ada sidebar. Parser membaca dokumen seperti orang membaca buku: satu aliran, dari atas ke bawah. Begitu ada dua kolom, urutan bacanya bisa tertukar — pengalaman kerja Anda bersisipan dengan daftar keahlian, dan hasilnya tidak bisa dipahami.

Font apa pun yang umum tersedia aman: Arial, Calibri, Inter, Times New Roman. Ukuran 10–12 untuk isi, 14–16 untuk nama.

Langkah 2: Taruh kontak di badan dokumen

Tulis nama, kota, nomor telepon, dan email sebagai baris teks biasa di bagian paling atas halaman — bukan di area header dokumen Word atau Google Docs.

Ini kesalahan yang paling mahal karena kerugiannya total: banyak parser melewatkan header dan footer sepenuhnya, sehingga lamaran masuk ke sistem tanpa satu pun cara menghubungi Anda. Isi CV-nya boleh sempurna; kalau nomornya tidak terbaca, tidak ada yang menelepon.

Rizky Ananda Putra
Jakarta Selatan | 0812-3456-7890 | [email protected]
linkedin.com/in/rizkyananda

Cukup kota dan provinsi. Alamat rumah lengkap tidak diperlukan dan hanya memakan ruang.

Langkah 3: Pakai judul bagian yang standar

Parser mencari label yang sudah dikenalnya. Judul kreatif memaksanya menebak, dan tebakan yang salah berarti seluruh isi bagian itu masuk ke tempat yang keliru.

Pakai iniBukan ini
RingkasanTentang Saya, Perjalanan Saya
Pengalaman KerjaJejak Karier, Petualangan Profesional
PendidikanLatar Belakang Akademik
KeahlianSenjata Andalan, Superpower
SertifikasiPencapaian Saya

Bahasa Indonesia baku aman. Yang bermasalah bukan bahasanya, melainkan judul yang tidak lazim.

Langkah 4: Urutkan bagian sesuai posisi Anda

Urutannya berbeda tergantung siapa Anda:

  • Sudah bekerja: Kontak → Ringkasan → Pengalaman Kerja → Pendidikan → Keahlian → Sertifikasi
  • Fresh graduate: Kontak → Ringkasan → Pendidikan → Pengalaman (magang, organisasi, proyek) → Keahlian → Sertifikasi

Aset terkuat naik ke atas. Untuk lulusan baru, itu pendidikan; untuk yang sudah bekerja, pengalaman. Contoh susunan lengkap untuk lulusan baru ada di contoh CV fresh graduate.

Langkah 5: Tulis ringkasan profil dua sampai tiga kalimat

Ringkasan adalah bagian yang paling sering dibaca manusia dan paling sering diisi kalimat kosong.

Rumusnya: peran Anda + lama pengalaman atau latar belakang + keahlian utama + posisi yang dituju.

Digital Marketing Specialist dengan 4 tahun pengalaman di e-commerce FMCG. Fokus pada performance marketing dan optimasi kanal berbayar, dengan rekam jejak menurunkan biaya akuisisi pelanggan hingga 38%. Mencari peran yang lebih besar dalam strategi kanal terpadu.

Bandingkan dengan "pekerja keras, jujur, dan mampu bekerja dalam tim" — kalimat yang bisa ditulis siapa saja, sehingga tidak membedakan siapa pun. Pembahasan lebih lengkap ada di contoh deskripsi diri di CV.

Langkah 6: Ambil kata kunci dari lowongan yang Anda lamar

Sumber kata kuncinya bukan tebakan, melainkan deskripsi lowongan yang sedang terbuka di depan Anda.

  1. Salin deskripsi lowongan ke dokumen kosong.
  2. Tandai istilah yang berulang atau ditulis sebagai syarat wajib: nama alat (SQL, Figma, SAP), metodologi (Agile, OKR), dan istilah jabatan.
  3. Pastikan istilah itu muncul di CV Anda dengan konteks, bukan sekadar berjejer di daftar keahlian.

Tulis "Menyusun laporan penjualan mingguan dengan SQL dan Looker Studio untuk 12 cabang", bukan "SQL, Looker Studio".

Satu detail yang sering menentukan: tulis istilah lengkap sekaligus singkatannya minimal sekali. Sistem yang mencari "Search Engine Optimization" belum tentu mencocokkan "SEO". Menulis "Search Engine Optimization (SEO)" mengamankan keduanya.

Yang tidak boleh dilakukan: menempelkan daftar panjang kata kunci dengan warna font putih atau di bagian tersembunyi. Ini terdeteksi, dan recruiter yang menemukannya menolak lamaran itu tanpa membaca sisanya.

Langkah 7: Tulis pengalaman dengan rumus aksi + hasil

Format tiap entri:

Digital Marketing Specialist
PT Toko Cepat Nusantara — Jakarta
Maret 2023 – Sekarang
- Merestrukturisasi kampanye Meta Ads untuk 3 kategori produk, menurunkan
  biaya akuisisi pelanggan dari Rp84.000 menjadi Rp52.000 dalam 9 bulan.
- Membangun pelaporan otomatis dengan Looker Studio yang memangkas waktu
  penyusunan laporan mingguan dari 6 jam menjadi 30 menit.

Perbedaannya terlihat langsung kalau disandingkan:

LemahKuat
Bertanggung jawab atas media sosial perusahaanMengelola 4 akun media sosial, menaikkan rata-rata jangkauan bulanan dari 12.000 ke 47.000 dalam 6 bulan
Membantu proses rekrutmenMenyaring 300+ lamaran dan menjadwalkan 45 wawancara per bulan untuk 6 posisi terbuka
Melakukan input dataMerapikan 45.000 baris data pelanggan yang sebelumnya tersebar di 12 berkas terpisah

Belum punya angka? Pakai skala kerja: berapa klien yang ditangani, berapa dokumen per minggu, berapa orang dalam tim yang Anda dukung.

Langkah 8: Konsisten pada tanggal dan penulisan

Pilih satu format tanggal dan pakai di seluruh dokumen: Mar 2023 – Sekarang atau 03/2023 – Sekarang, jangan bercampur. Parser mengurai rentang tanggal untuk menghitung lama pengalaman; format yang berubah-ubah membuat perhitungan itu meleset.

Hal yang sama berlaku untuk bullet point. Gunakan tanda sederhana (- atau ). Ikon, emoji, dan simbol dekoratif sering terbaca sebagai karakter acak atau hilang sama sekali.

Langkah 9: Simpan sebagai PDF berbasis teks, lalu uji sendiri

Simpan lewat menu Save as PDF atau Export, bukan dengan memotret atau memindai hasil cetak.

Lalu lakukan uji yang butuh waktu sepuluh detik dan menangkap sebagian besar masalah:

  1. Buka PDF Anda.
  2. Tekan Ctrl+A lalu Ctrl+C.
  3. Buka Notepad, tekan Ctrl+V.

Yang muncul di Notepad kira-kira itulah yang dibaca mesin. Kalau urutannya melompat-lompat, ada bagian yang hilang, atau muncul karakter aneh, perbaiki dokumennya — jangan kirim dan berharap.

Langkah 10: Cek skornya, lalu perbaiki yang paling merugikan

Setelah lulus uji Notepad, jalankan pengecekan terhadap lowongan yang Anda tuju. Alat cek CV ATS memberi skor sekaligus menunjukkan kata kunci lowongan yang belum muncul di CV Anda.

Perlakukan skornya sebagai daftar perbaikan, bukan nilai ujian. Skor tinggi hanya berarti CV Anda sampai ke tangan recruiter — keputusan memanggil wawancara tetap dibuat manusia yang membaca isinya.

"ATS" bukan satu mesin

Hampir semua panduan menulis "ATS" seolah satu perangkat lunak tunggal dengan aturan seragam. Kenyataannya ATS adalah kategori, dan perilakunya berbeda-beda.

Yang Anda hadapi di Indonesia kira-kira terbagi tiga:

  • Sistem rekrutmen lokal — misalnya Kalibrr, Talentics, dan Mekari Talenta. Banyak dipakai perusahaan dan startup dalam negeri.
  • Sistem internasional — misalnya Workday dan Greenhouse, umum di perusahaan multinasional dan teknologi.
  • Penyaringan bawaan platform lowongan — mekanisme di dalam Jobstreet, Glints, dan sejenisnya, yang bekerja pada profil dan berkas yang Anda unggah ke sana.

Kenapa ini penting untuk Anda: aturan seperti "harus DOCX" atau "tabel pasti gagal" berasal dari perilaku satu sistem tertentu, sering kali sistem Amerika era 2010-an, lalu diulang sebagai hukum umum. Yang berlaku lintas sistem hanya hal-hal mendasar — teks yang bisa diekstraksi, urutan baca yang jelas, judul bagian yang lazim.

Itu sebabnya panduan ini menekankan struktur, bukan daftar larangan yang panjang.

Tiga pertanyaan teknis yang sering dijawab salah

"PDF atau DOCX?"

Panduan yang beredar saling bertentangan: ada yang bersikeras hanya DOCX, ada yang bersikeras hanya PDF. Keduanya menyederhanakan.

Yang menentukan bukan ekstensinya, melainkan apakah berkasnya mengandung lapisan teks. Greenhouse, salah satu sistem rekrutmen yang banyak dipakai perusahaan teknologi, mencantumkan .doc, .docx, .pdf, .rtf, dan .txt sebagai format yang didukung. PDF bukan masalah.

Yang benar-benar gagal adalah PDF tanpa teks: hasil pindai, tangkapan layar, atau ekspor yang seluruh halamannya menjadi gambar. Aturan "harus DOCX" adalah warisan sistem lama yang masih diulang sampai sekarang.

Satu jebakan khusus Canva: layanan itu menyediakan opsi ekspor Flatten PDF, yang menurut dokumentasi Canva sendiri mengubah berkas menjadi gambar statis. PDF yang diratakan seperti itu tidak punya teks sama sekali. Kalau memakai Canva, jangan pilih opsi tersebut — lalu tetap jalankan uji Notepad di langkah 9.

"Apakah heading bahasa Indonesia terbaca?"

Ya. Ini kekhawatiran yang tidak berdasar, dan sering membuat orang menulis CV berbahasa Inggris untuk lowongan berbahasa Indonesia — yang justru merugikan, karena kata kunci yang dicocokkan berasal dari deskripsi lowongan.

RChilli, mesin pengurai CV yang dipakai di banyak sistem rekrutmen, mencantumkan bahasa Indonesia di antara bahasa yang didukungnya. Menulis "Pengalaman Kerja" dan "Pendidikan" aman.

Yang berisiko bukan bahasanya, melainkan tata letaknya. Judul bahasa Indonesia yang standar jauh lebih aman daripada judul bahasa Inggris yang kreatif.

"Apakah CV saya otomatis ditolak kalau formatnya kurang rapi?"

Jarang. Penolakan otomatis berbasis isi CV ternyata tidak seumum yang dibayangkan.

Sebuah riset wawancara oleh Enhancv terhadap 25 recruiter di Amerika Serikat menemukan hanya 8% yang benar-benar mengatur penolakan otomatis berbasis isi. Sampelnya kecil dan bukan data Indonesia, jadi perlakukan sebagai indikasi, bukan kesimpulan.

Yang lebih sering menggugurkan lamaran justru pertanyaan penyaring di formulir lamaran — kesediaan ditempatkan, ekspektasi gaji, lama pengalaman minimum. Jawaban di kolom-kolom itu sering memutuskan lebih cepat daripada format CV Anda.

Soal statistik "75% CV ditolak ATS"

Angka ini dicetak di banyak panduan, termasuk oleh situs-situs lowongan besar. Yang jarang diperhatikan: tidak satu pun dari mereka menautkan sebuah studi. Rantai kutipannya berhenti di media perantara — satu menyandarkannya pada sebuah situs berita pendidikan, satu lagi pada sebuah penyedia layanan penulisan CV.

Kalau ditelusuri sampai ujung, jejaknya berhenti di Preptel, sebuah perusahaan optimasi CV yang memakainya sebagai materi pemasaran sekitar 2012. Perusahaan itu tutup pada 2013 dan tidak pernah menerbitkan studi, data, atau metodologi apa pun.

Penandanya jelas kalau diperhatikan. Angkanya berpindah-pindah antara 70%, 75%, dan 88% tergantung siapa yang mengutip — dan klaimnya ikut berubah: ada yang menulis "didiskualifikasi karena format", ada yang menulis "ditolak sebelum HRD membaca". Itu dua pernyataan yang berbeda. Statistik yang benar-benar ada punya satu angka dan satu metode.

Yang memang ada dan sering tertukar dengannya adalah riset Hidden Workers: Untapped Talent (Harvard Business School bersama Accenture, 2021). Riset itu mengukur hal yang berbeda: berapa banyak pemberi kerja yang menyatakan meyakini bahwa penyaring yang mereka atur sendiri ikut menyingkirkan kandidat yang sebenarnya memenuhi syarat. Itu bukan persentase CV yang ditolak mesin.

Perlu ditambahkan juga: tidak ada angka penggunaan ATS khusus Indonesia dari sumber mana pun yang bisa kami temukan. Angka "98,4% perusahaan Fortune 500" yang sering dikutip berasal dari penelusuran Jobscan terhadap halaman karier perusahaan Amerika Serikat — bukan gambaran pasar kerja di sini.

Kesimpulan praktisnya tidak berubah: rapikan struktur CV Anda karena itu memang membantu, bukan karena ada angka menakutkan yang ternyata tidak punya sumber.

Kesalahan yang membuat sembilan langkah pertama sia-sia

  1. Kontak di header dokumen. Kerugiannya total, dan paling sering terjadi pada template unduhan.
  2. Informasi penting hanya ada di dalam gambar. Ikon amplop di samping email terlihat rapi, tapi mesin tidak tahu itu email.
  3. Mengirim satu CV yang sama ke semua lowongan. Kata kunci tiap lowongan berbeda.
  4. Menulis jabatan internal yang tidak dikenal luar. "Growth Ninja" tidak dicari siapa pun; tulis "Digital Marketing Specialist" dan simpan nama internalnya untuk wawancara.
  5. Memakai tabel untuk merapikan tata letak. Tabel untuk data pendek biasanya aman; tabel sebagai kerangka halaman tidak.
  6. CV tiga halaman untuk pengalaman dua tahun. Batas ini datang dari recruiter, bukan dari mesin.

Kesimpulan

CV ATS bukan gaya desain tertentu, melainkan dokumen yang strukturnya bisa diurai dengan benar. Sepuluh langkah di atas mengurutkan pekerjaannya: bereskan struktur lebih dulu, baru isi, lalu uji sebelum mengirim.

Kalau CV Anda sudah ada, tidak perlu menulis ulang dari nol. Jalankan uji Notepad di langkah 9, lihat apa yang berantakan, dan perbaiki bagian itu saja — biasanya kontak, kolom, dan tabel yang jadi biang masalahnya.

Alat gratis yang berkaitan

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah CV ATS boleh dibuat di Canva?
Boleh, tapi hati-hati pada dua hal. Pertama, sebagian besar template Canva memakai layout dua kolom dan menaruh teks di dalam kotak — keduanya sering terurai salah. Kedua, ekspor Canva bisa menghasilkan PDF yang sebagian elemennya berupa gambar. Kalau tetap ingin memakai Canva, pilih template satu kolom, lalu uji hasil ekspornya dengan menyalin isinya ke Notepad.
Apakah CV ATS harus tanpa foto?
Tidak selalu. Panduan internasional menyarankan CV tanpa foto, tapi banyak lowongan di Indonesia — terutama BUMN, instansi, pabrik, dan ritel — secara eksplisit meminta pasfoto. Ikuti permintaan lowongan. Yang penting: foto ditaruh sebagai elemen terpisah dan tidak ada satu pun informasi teks yang hanya muncul di dalam gambar.
Apakah CV ATS harus berbahasa Inggris?
Ikuti bahasa lowongannya. Kalau deskripsi pekerjaan ditulis dalam bahasa Indonesia, tulis CV dalam bahasa Indonesia — kata kunci yang dicocokkan sistem berasal dari deskripsi tersebut. Untuk perusahaan multinasional atau lowongan berbahasa Inggris, gunakan bahasa Inggris dan pertahankan istilah teknis dalam bentuk aslinya.
Apakah satu CV bisa dipakai untuk semua lamaran?
Bisa dikirim, tapi hasilnya biasanya lebih buruk. Yang perlu disesuaikan sebenarnya sedikit: ringkasan profil, urutan poin pengalaman, dan daftar keahlian. Menyiapkan satu CV induk lalu menyesuaikan tiga bagian itu per lamaran jauh lebih efektif daripada menulis ulang dari nol setiap kali.
Berapa margin dan ukuran kertas untuk CV ATS?
Gunakan ukuran A4 dengan margin sekitar 2–2,5 cm di keempat sisi. Tidak ada sistem yang menolak CV karena marginnya meleset satu sentimeter — ketentuan ini soal keterbacaan, bukan soal penguraian. Yang justru berpengaruh adalah margin yang terlalu sempit sehingga teks mepet ke tepi, karena bagian itu rawan terpotong saat dicetak atau dipindai.
CV ATS berapa halaman?
Satu halaman untuk fresh graduate dan pengalaman di bawah lima tahun, maksimal dua halaman untuk yang lebih senior. Batas ini datang dari recruiter yang membaca setelah penyaringan, bukan dari mesinnya — ATS sanggup mengurai berapa pun halamannya. Kalau memang butuh dua halaman, pastikan pengalaman paling relevan ada di halaman pertama.
Apakah CV ATS sebaiknya dikirim dalam format PDF atau Word?
PDF berbasis teks adalah pilihan default karena tampilannya tidak berubah di komputer lain. Kirim DOCX hanya kalau lowongan memintanya secara khusus. Yang tidak boleh: PDF hasil pindai, tangkapan layar, atau gambar yang diberi ekstensi PDF — ketiganya tidak mengandung teks yang bisa dibaca mesin.

Baca juga